Minggu, 26 Maret 2017

FIQH SIYASAH



السّلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Sebelum kita membahas masalah politik, kita harus memiliki kata sepakat dahulu, bahwa politik itu pasti berbeda-beda. Perbedaan bisa disebabkan karena keluasan ilmu para ahli politik dan kondisi atau zaman yang sedang berlangsung pada waktu setempat.
Politik dalam bahasa arab adalah As-siyasah (السِّيَاسَةُ  ) Secara bahasa As-siyasah berasal dari kata saasa (سَاسَ) yang berarti mengatur, mengurus, memerintah, memimpin, mengarahkan dan mengendalikan sesuatu dan masih banyak lagi jika anda membuka kamus. Secara istilah, kajian tentang politik Islam di dalam khasanah fiqih sangat beragam dan variatif. Antara satu ulama dengan ulama lain berbeda-beda di dalam penggunaan terminologi. Di dunia ini ilmu sudah tersebar dimana-mana dan hal itu membuat kita semakin sadar bahwa kita memang orang yang fakir ilmu (termasuk kami), akan tetapi tak ada cara yang lebih baik untuk membekali hidup kita di dunia ini selain menuntut ilmu.
Ilmu yang meliputi segala aspek kehidupan umat Islam mulai dari hal yang sering kita anggap sepele seperti buang air kecil sampai hal yang sangat fenomenal seperti politik di negara ini, ilmu itu disebut dengan ilmu fiqh. Secara etimologis (bahasa) fiqh adalah  keterangan-keterangan tentang pengertian atau paham dari maksud ucapan, atau pemahaman yang mendalam terhadap maksud-maksud perkataan dan perbuatan. Secara terminologis (istilah) menurut ulama-ulama*, fiqh adalah pengetahuan tentang hukum-hukum yang sesuai dengan syariat mengenai amal perbuatan yang diperoleh dari dalil yang tafshil (terinci, yakni dalil-dalil atau hukum-hukum khusus yang diambil dari dasar-dasarnya dan sunah). Jadi fiqh adalah pengetahuan mengenai hukum agama Islam yang bersumber dari al quran dan sunah yang disusun oleh mujtahid dengan jalan penalaran dan ijtihad. Sebagian ulama kita mengklasifikan ilmu fiqh dalam kitab-kitab yang ditulisnya dan untuk politik itu sendiri dibahas dalam fiqh siyasah. Untuk memudahkan kita membaca tulisan ini, fiqh siyasah kita ganti dengan kata fiqh politik dan semoga anda memahaminya.
Satu pemahaman dari pengertian tersebut, sumber Fiqih politik menurut salah satu pemikir Islam adalah Al-Qur’an, Sunnah Rasulullah dan Kitab-kitab Fiqih yang ditulis oleh ulama-ulama terdahulu. Berasal dari sumber inilah salah satu pemikir politik Islam kita memberikan penilaian terhadap sistem-sistem politik untuk mengetahui sejauh mana kesesuaian dan ketidaksesuaiannya dengan ajaran agama Islam.
Islam adalah agama universal, meliputi semua unsur kehidupan. Menurut salah satu pemikir politik Islam, tidak ada yang namanya pemisahan antara agama dan politik. Seperti ungkapan bahwa tidak ada kebaikan pada agama yang tidak ada politiknya dan tidak ada kebaikan dalam politik yang tidak ada agamanya.

Pemikir politik Islam menyadari dan selalu mengingatkan ummat Islam bahwasanya barat dengan propaganda busuknya mulai menyebarkan opini miring dan pemahaman-pemahaman yang tidak sesuai dengan yang Islam ajarkan, diantaranya barat telah mempropagandakan bahwasanya Islam tidak ada hubungannya dengan pemerintahan, kekuatan, kesiagaan, politik dan jihad. Pemikir politik Islam Islam tidak menuntut kepada pemeluknya untuk membela tanah air mereka dan membebaskan tanah air mereka dari orang-orang yang merampasnya. Pemikir politik Islam menyebut sifat pemahaman Islam ala barat itu dengan Islam Kolonialis Barat yang Hina. Padahal di dalam Al-Qur’an terdapat dalil yang mewajibkan adanya kepemimpinan dalam Islam (An-Nisa : 59, An-Nisa : 83). Dan hal ini dinafikan oleh pemerintahan sekuler Turki yang dulu terbentuk pertama kali. Fungsinya adalah untuk memecah belah ummat Islam. Menurut Pemikir politik Islam, tugas ummat Islam adalah menjelaskan agama Islam sebagaimana yang dikehendaki Allah kepada manusia yaitu Islam yang menjadi aqidah, syari’at dan sistem kehidupan. Lalu melalui Fiqih politiknya.
Akan tetapi, indonesia dengan penganut agama islam terbanyak yang seharusnya kehidupan umat islam khususnya dalam aspek politik di negara ini selalu berpedoman pada apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul semakin terkikis, semakin hilang ditelan oleh ideologi-ideologi barat, apa yang salah dengan Al-quran, sunnah, dan pemikiran-pemikirian ulama kita. Bukankah dalam Al-quran diajarkan bagaimana hidup dalam syari’at islam, bukankah Nabi Muhammad telah mengajarkan kita bagaimana hidup dalam tuntunan Allah, dan bukankah ulama-ulama terdahulu telah memberikan kita kemudahan bagaimana mempraktekan ajaran Nabi dalam kitab-kitab yang ditulisnya. Ataukah kita hanya sibuk mencari tahu ideologi-ideologi barat yang tidak pernah mengajarkan bagaimana hidup dalam tuntunan Allah, terpesona akan kata-kata yang membuat pecaya diri sehingga menjadikan diri ini bangga ketika menyebutkan nama ilmuan barat di depan orang banyak. Kita tak pernah merasa kekurangan dihadapan orang jikalau kita tak mendalami isi Al-quran, mengetahui sejarah khalifah pada zaman sahabat, tapi merasa malu ketika orang berbicara sistem politik barat terdahulu, berbicara isme-isme yang mengguncang dunia, mengeluarkan istilah-istilah ilmiah dan kita tak tahu apa yang mereka bicarakan.
Itulah propaganda barat yang sudah mendarah daging dan sudah menjadi tumor dalam sistem perpolitikan di Indonesia, propaganda ideologi, propaganda yang membuat politik itu haus akan ideologi barat tapi tak haus akan ajaran-ajaran Rasulullah hingga muncul propaganda-propaganda yang mengatakan bahwa BEDA ZAMAN BEDA CARA seakan ingin menjatuhkan bahwa ajaran nabi dalam semua aspek tidak bisa diterapkan karena bersifat konservatif.
Politik indonesia yang ada sekarang ini adalah politik belah bambu, yang satu diinjak dan yang satu diangkat, politik yang curang, politik yang bohong, politik yang menipu umat, politik suap-menyuap, apakah masih pantas kita mengatakan politik ini sebagai hal yang mengatur, mengurus, memerintah, memimpin, mengarahkan dan mengendalikan jika semuanya hanya mengarah pada keburukan, walau masih ada segelintir orang yang menginginkan kejujuran secara tersendirinya tertutupi oleh keburukan. SEKARANG KITA HANYA MENUNGGU, MENUNGGU WAKTU, WAKTU AKAN SADARNYA PEMUDA ISLAM BAHWA IDEOLOGI BARAT TAK LEBIH BAIK DARI AJARAN-AJARAN RASULULLAH DAN SADAR BAHWA SEGALA ASPEK KEHIDUPAN DUNIA INI HANYA UNTUK MENTAUHIDKAN ALLAH*.

-واللّه اعلم باالصّواب-




*Cat:
-perbedaan pendapat ulama telah ada sejak dulu tapi tak pernah mempersoalkan perbedaan itu.
-maafkan keterbatasan ilmu kami dalam masalah ini, kami hanya mencoba untuk memberikan tanggapan kami dengan merujuk pada beberapa pemikir politik islam