السّلام عليكم
ورحمة اللّه وبركاته
Sebelum kita membahas masalah politik, kita harus memiliki kata
sepakat dahulu, bahwa politik itu pasti berbeda-beda. Perbedaan bisa disebabkan
karena keluasan ilmu para ahli politik dan kondisi atau zaman yang sedang berlangsung
pada waktu setempat.
Politik dalam bahasa arab adalah As-siyasah (السِّيَاسَةُ
) Secara bahasa As-siyasah berasal dari kata saasa (سَاسَ) yang berarti mengatur, mengurus, memerintah, memimpin, mengarahkan
dan mengendalikan sesuatu dan masih banyak lagi jika anda membuka kamus. Secara istilah, kajian tentang
politik Islam di dalam khasanah fiqih sangat beragam dan variatif. Antara satu
ulama dengan ulama lain berbeda-beda di dalam penggunaan terminologi. Di dunia ini ilmu sudah tersebar dimana-mana dan
hal itu membuat kita semakin sadar bahwa kita memang orang yang fakir ilmu
(termasuk kami), akan tetapi tak ada cara yang lebih baik untuk membekali hidup
kita di dunia ini selain menuntut ilmu.
Ilmu yang meliputi segala aspek kehidupan umat
Islam mulai dari hal yang sering kita anggap sepele seperti buang air kecil
sampai hal yang sangat fenomenal seperti politik di negara ini, ilmu itu
disebut dengan ilmu fiqh. Secara etimologis (bahasa) fiqh adalah
keterangan-keterangan tentang pengertian atau paham dari maksud ucapan, atau
pemahaman yang mendalam terhadap maksud-maksud perkataan dan perbuatan. Secara
terminologis (istilah) menurut ulama-ulama*, fiqh adalah
pengetahuan tentang hukum-hukum yang sesuai dengan syariat mengenai amal
perbuatan yang diperoleh dari dalil yang tafshil (terinci, yakni dalil-dalil
atau hukum-hukum khusus yang diambil dari dasar-dasarnya dan sunah). Jadi fiqh adalah pengetahuan mengenai hukum agama Islam yang
bersumber dari al quran dan sunah yang disusun oleh mujtahid dengan jalan
penalaran dan ijtihad. Sebagian ulama kita mengklasifikan ilmu fiqh dalam
kitab-kitab yang ditulisnya dan untuk politik itu sendiri dibahas dalam fiqh
siyasah. Untuk memudahkan kita membaca tulisan ini, fiqh siyasah kita ganti
dengan kata fiqh politik dan semoga anda memahaminya.
Satu pemahaman dari pengertian tersebut, sumber
Fiqih politik menurut salah satu pemikir Islam adalah Al-Qur’an, Sunnah Rasulullah
dan Kitab-kitab Fiqih yang ditulis oleh ulama-ulama terdahulu. Berasal dari sumber inilah salah satu pemikir politik Islam kita memberikan penilaian terhadap sistem-sistem politik untuk
mengetahui sejauh mana kesesuaian dan ketidaksesuaiannya dengan ajaran agama Islam.
Islam adalah agama universal, meliputi semua unsur kehidupan.
Menurut salah satu pemikir politik Islam, “tidak
ada yang namanya pemisahan antara agama dan politik. Seperti ungkapan bahwa
tidak ada kebaikan pada agama yang tidak ada politiknya dan tidak ada kebaikan
dalam politik yang tidak ada agamanya”.
Pemikir politik Islam menyadari dan selalu mengingatkan ummat Islam bahwasanya barat
dengan propaganda busuknya mulai menyebarkan opini miring dan
pemahaman-pemahaman yang tidak sesuai dengan yang Islam ajarkan, diantaranya barat
telah mempropagandakan bahwasanya Islam tidak ada hubungannya dengan
pemerintahan, kekuatan, kesiagaan, politik dan jihad. Pemikir politik Islam Islam tidak menuntut
kepada pemeluknya untuk membela tanah air mereka dan membebaskan tanah air
mereka dari orang-orang yang merampasnya. Pemikir politik Islam menyebut sifat pemahaman Islam ala barat itu dengan Islam
Kolonialis Barat yang Hina. Padahal di dalam Al-Qur’an terdapat dalil yang
mewajibkan adanya kepemimpinan dalam Islam (An-Nisa : 59, An-Nisa : 83). Dan hal
ini dinafikan oleh pemerintahan sekuler Turki yang dulu terbentuk pertama kali.
Fungsinya adalah untuk memecah belah ummat Islam. Menurut Pemikir politik Islam, tugas ummat Islam adalah menjelaskan agama Islam sebagaimana yang
dikehendaki Allah kepada manusia yaitu Islam yang menjadi aqidah, syari’at dan
sistem kehidupan. Lalu melalui Fiqih politiknya.
Akan tetapi, indonesia dengan penganut agama
islam terbanyak yang seharusnya kehidupan umat islam khususnya dalam aspek
politik di negara ini selalu berpedoman pada apa yang diperintahkan oleh Allah
dan Rasul semakin terkikis, semakin hilang ditelan oleh ideologi-ideologi
barat, apa yang salah dengan Al-quran, sunnah, dan pemikiran-pemikirian ulama
kita. Bukankah dalam Al-quran diajarkan bagaimana hidup dalam syari’at islam,
bukankah Nabi Muhammad telah mengajarkan kita bagaimana hidup dalam tuntunan
Allah, dan bukankah ulama-ulama terdahulu telah memberikan kita kemudahan
bagaimana mempraktekan ajaran Nabi dalam kitab-kitab yang ditulisnya. Ataukah kita
hanya sibuk mencari tahu ideologi-ideologi barat yang tidak pernah mengajarkan bagaimana
hidup dalam tuntunan Allah, terpesona akan kata-kata yang membuat pecaya diri
sehingga menjadikan diri ini bangga ketika menyebutkan nama ilmuan barat di
depan orang banyak. Kita tak pernah merasa kekurangan dihadapan orang jikalau
kita tak mendalami isi Al-quran, mengetahui sejarah khalifah pada zaman
sahabat, tapi merasa malu ketika orang berbicara sistem politik barat
terdahulu, berbicara isme-isme yang mengguncang dunia, mengeluarkan
istilah-istilah ilmiah dan kita tak tahu apa yang mereka bicarakan.
Itulah propaganda barat yang sudah mendarah
daging dan sudah menjadi tumor dalam sistem perpolitikan di Indonesia,
propaganda ideologi, propaganda yang membuat politik itu haus akan ideologi
barat tapi tak haus akan ajaran-ajaran Rasulullah hingga muncul
propaganda-propaganda yang mengatakan bahwa BEDA ZAMAN BEDA CARA seakan ingin
menjatuhkan bahwa ajaran nabi dalam semua aspek tidak bisa diterapkan karena
bersifat konservatif.
Politik indonesia yang ada sekarang ini adalah
politik belah bambu, yang satu diinjak dan yang satu diangkat, politik yang
curang, politik yang bohong, politik yang menipu umat, politik suap-menyuap,
apakah masih pantas kita mengatakan politik ini sebagai hal yang mengatur,
mengurus, memerintah, memimpin, mengarahkan dan mengendalikan jika semuanya
hanya mengarah pada keburukan, walau masih ada segelintir orang yang
menginginkan kejujuran secara tersendirinya tertutupi oleh keburukan. SEKARANG
KITA HANYA MENUNGGU, MENUNGGU WAKTU, WAKTU AKAN SADARNYA PEMUDA ISLAM BAHWA
IDEOLOGI BARAT TAK LEBIH BAIK DARI AJARAN-AJARAN RASULULLAH DAN SADAR BAHWA SEGALA ASPEK
KEHIDUPAN DUNIA INI HANYA UNTUK MENTAUHIDKAN ALLAH*.
-واللّه اعلم باالصّواب-
*Cat:
-perbedaan pendapat ulama telah ada sejak dulu
tapi tak pernah mempersoalkan perbedaan itu.
-maafkan keterbatasan ilmu kami dalam masalah
ini, kami hanya mencoba untuk memberikan tanggapan kami dengan merujuk pada
beberapa pemikir politik islam


Mmmm

