Minggu, 13 Maret 2016

SHAF


Bismillahirrahmanirrahim..
Kami akan menjawab dari pertanyaan dari seorang pembaca, ditulis dalam secarik kertas, semoga tulisan ini dapat menuntaskan jawaban dari pertanyaan anda.. 

السلام عليكم و رحمة الله وبركاته
الحمد لله رب العلمين و الصلاة والسلام على اشرف الأنبيآء والمرسلين سيدنا ومولنا محمد وعلى اله واصحبه اجمعين اما بعد.

Bismillahirrahmanirrahim..

Berbicara masalah shaf. Seorang iman disunahkan untuk memerintahkan para makmum agar meluruskan/ meratakan shaf serta menutupi semua sela-selanya sebelum memulai shalat. Dari Anas, berkata :

Bahwa Nabi saw. menghadap kepada kami sebelum takbir dan bersabda: ‘Rapatkan barisanmy dan ratakan’ !(Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

Keduanya juga meriwayatkan dari Nabi saw., bersabda :

“Ratakanlah shafmu, sebab sesungguhnya meratakan shaf itu termasuk kesempurnaan shalat!”

Juga diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir, berkata:

“Rasulullah saw, meratakan shaf kami sebagaimana meratakan anak-anak panah, sehingga setelah beliau merasa bahwa kami telah memenuhi perintahnya itu dan mengerti benar-benar, tiba-tiba pada suatu hari beliau menghadapkan mukanya kepada kami dan melihat ada seseorang yang menonjolkan dadanya ke muka, maka beliau pun bersabda: ‘Hendaklah kamu meratakan shaf atau kalau tidak, maka Allah akan memperlain-lainkan wajahmu semua’!” (Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu Daud, Nasa’I serta ibnu Majah dan disahkan oleh Turmudzi)

Ahmad dan Thabrani meriwayatkan pula dengan sanad yang ada salahnya dari Abu Umamah, berkata:

“Rasulullah saw, bersabda: ‘Ratakanlah shafmu, rapatkan bahu-bahumu, lunakkan tangan berdampingan dengan saudara-saudaramu dan  tutupilah sela-sela shaf itu, karena sesungguhnya setan itu memasuki sela-sela itu tak ubahnya bagai anak kambing kecil’.”

Dan diriwayatkan pula oleh Abu Daud, Nasa’I dan Baihaqi dari Annas bahwa Nabi saw, bersabda:

“sempurnakanlah dulu shaf yang pertama, kemudian yang kedua dan seterusnya! Kalaupun ada barisan yang kosong, maka hendaklah di bagian belakang saja!”

Bazzar juga meriwayatkan dengan sanad hasan dari Ibnu Umar, katanya :
“Tiada satu langkah pun yang lebih besar pahalanya disisi Allah daripada langkah yang dilakukan seseorang menuju sela-sela shaf yang kosong kemudian dipenuhi shaf itu.”
Demikianlah penjelasan dari pertanyaan yang kami terima. Apabila penjelasan diatas belum sesuai dengan jawaban yang anda inginkan, silahkan hubungi kontak kami.
من الله لمستعان واليه التكلان
و السلام عليكم و رحمة الله وبركاته

.. والله اعلم باالصواب ..