Bismillahirrahmanirrahim..
Kami
akan
menjawab dari pertanyaan dari seorang pembaca, ditulis dalam secarik
kertas, semoga tulisan ini dapat menuntaskan jawaban dari pertanyaan
anda..
السلام
عليكم و رحمة الله وبركاته
الحمد لله رب العلمين و الصلاة والسلام على اشرف الأنبيآء والمرسلين سيدنا ومولنا محمد وعلى اله
واصحبه اجمعين اما بعد.
Bismillahirrahmanirrahim..
Berbicara masalah shaf. Seorang iman disunahkan
untuk memerintahkan para makmum agar meluruskan/ meratakan shaf serta menutupi
semua sela-selanya sebelum memulai shalat. Dari Anas, berkata :
“Bahwa
Nabi saw. menghadap kepada kami sebelum takbir dan bersabda: ‘Rapatkan
barisanmy dan ratakan’ !” (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)
Keduanya
juga meriwayatkan dari Nabi saw., bersabda :
“Ratakanlah shafmu, sebab sesungguhnya
meratakan shaf itu termasuk kesempurnaan shalat!”
Juga
diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir, berkata:
“Rasulullah saw, meratakan shaf kami
sebagaimana meratakan anak-anak panah, sehingga setelah beliau merasa bahwa
kami telah memenuhi perintahnya itu dan mengerti benar-benar, tiba-tiba pada
suatu hari beliau menghadapkan mukanya kepada kami dan melihat ada seseorang
yang menonjolkan dadanya ke muka, maka beliau pun bersabda: ‘Hendaklah kamu
meratakan shaf atau kalau tidak, maka Allah akan memperlain-lainkan wajahmu
semua’!” (Diriwayatkan
oleh Bukhari, Muslim, Abu Daud, Nasa’I serta ibnu Majah dan disahkan oleh
Turmudzi)
Ahmad
dan Thabrani meriwayatkan pula dengan sanad yang ada salahnya dari Abu Umamah,
berkata:
“Rasulullah saw, bersabda: ‘Ratakanlah shafmu,
rapatkan bahu-bahumu, lunakkan tangan berdampingan dengan saudara-saudaramu
dan tutupilah sela-sela shaf itu, karena
sesungguhnya setan itu memasuki sela-sela itu tak ubahnya bagai anak kambing
kecil’.”
Dan
diriwayatkan pula oleh Abu Daud, Nasa’I dan Baihaqi dari Annas bahwa Nabi saw,
bersabda:
“sempurnakanlah dulu shaf yang pertama,
kemudian yang kedua dan seterusnya! Kalaupun ada barisan yang kosong, maka
hendaklah di bagian belakang saja!”
Bazzar
juga meriwayatkan dengan sanad hasan dari Ibnu Umar, katanya :
“Tiada
satu langkah pun yang lebih besar pahalanya disisi Allah daripada langkah yang
dilakukan seseorang menuju sela-sela shaf yang kosong kemudian dipenuhi shaf
itu.”
Demikianlah penjelasan dari pertanyaan yang
kami terima. Apabila penjelasan diatas belum sesuai dengan jawaban yang anda
inginkan, silahkan hubungi kontak kami.
من
الله لمستعان واليه التكلان
و
السلام عليكم و رحمة الله وبركاته
.. والله اعلم باالصواب ..



Mmmm

